2 RASA 1 CINTA: SANDIWARA


SANDIWARA 

Gubrakk...! terdengar suara barang yang di lempar dari dalam rumah. Supir taksi yang tadinya berada di dalam taksi kini beranjak keluar.

“Waduh, ada apa di dalam ya?”tanyanya pada diri sendiri.

Pintu terbuka

“Keluar kamu!”teriak pemilik rumah.

Brakk...! ia menutup pintu dengan kasar.

Nevada keluar dari rumah itu dengan berantakan, rambutnya agak acak-acakan dan dahinya sedikit berdarah.

“Sial!”ucap Nevada kesal sembari menghantamkan tangannya pada sebuah tanaman hias yang menggantung di samping pintu. Hingga sebuah benda kecil yang menempel di pot tanaman hias itu terjatuh.

Nevada mengambil benda itu.

“Penyadap?”tanyanya pada diri sendiri.

“Non, Non nggak papa?”tanya sopir taksi menghampirinya.

“Nggak papa kok Pak, cuma luka sedikit”ucap Nevada memegangi dahinya.

“Apa perlu ke rumah sakit Non?”tanya pak sopir.

“Nggak usah, kita pulang aja Pak”ucap Nevada.

Taksi yang ditumpangi Nevada melaju cepat meninggalkan rumah tersangka itu. Di dalam taksi tampak Nevada sedang sibuk mngamati ponselnya dan sesekali melihat ke luar jendela.

“Stop Pak!”ucap Nevada tiba-tiba.

Taksi berhenti di depan Indomaret.

“Mau ngapain Non?”tanya pak sopir.

“Beli minum”ucap Nevada.

“Lha ini ada minuman Non”ucap pak Sopir menyodorkan sebuah air mineral ke Nevada.

“Saya pengennya minum yakult Pak”ucap Nevada seraya keluar dari taksi.

Nevada pergi ke Indomaret untuk membeli yakult dan kembali ke taksi dalam waktu 3 menit.

“Jalan Pak”ucap Nevada.

“Lagi ngecoh ya Non?”ucap pak sopir.

“Tahu aja Pak, habisnya dari tadi mobil hitam dibelakang ngikutin kita mulu”ucap Nevada sembari meminum yakultnya.

“Terus non Neva mau diantar kemana?”tanya pak sopir.

“Ke kantor aja Pak”ucap Nevada.

            Taksi itu berhenti tepat di depan kantor MJM. Nevada keluar dari taksi dan berjalan santai memasuki kantor, ia mencoba untuk terlihat relaks.

“Sore Bos!”ucap Nevada.

Billy tidak menjawab sapaan Nevada, ia menatap gadis itu sejenak an kembali menatap layar komputer.

“Informasi apa yang kamu dapat?”tanya Billy.

“Sedikit data tentang seseorang yang dicurigai sebagai tersangka sesungguhnya”ucap Nevada menyodorkan HP nya pada Billy. Billy memeriksa gambar di HP Neva.

“Good, kamu boleh pulang sekarang”ucap Billy.

“Terima kasih Bos, tapi saya mau izin menginap di kantor”

“Kenapa nggak pulang?”tanya Billy.

“Ada mobil yang ngikutin saya sampai kemari Bos, saya nggak mau kalau mobil itu mengikuti saya sampai ke rumah”ucap Nevada.

Di tengah percakapan mereka, seseorang datang menghampiri Nevada.

“Hai kak Neva!”ucap seorang gadis berseragam SMA yang tidak lain adalah Arsy adik Billy.

“Oh, Hai Arsy, kamu ngapain disini?”ucap Neva.

“Lagi nunggu kak Billy, mau nonton konser NCT DREAM”ucap Arsy.

“Bos Billy mau nonton konser NCT DREAM?”tanya Nevada terkejut.

“Terpaksa, kalau bukan karena amanah dari orangtua, mana mungkin saya mau”. Ucap Billy.

“Oh, begitu”ucap Neva.

“Kak Neva ikut aja, nanti kita nonton bareng, sekalian ngecoh penguntitnya”ajak Arsy.

“Nggak ah, lagian aku juga belum beli tiket”ucap Neva.

“Nggak usah beli, nih aku ada 3 tiket, jadinya pas buat bertiga”ucap Arsy.

“Arsy, lo ngapain beli tiket lebih-lebih, buang-buang duit aja”ucap Billy.

“Idih, siapa yang buang-buang duit, lagian ya Kak, gue cuma beli dua tiket kok”ucap Arsy.

“Terus, yang satu dari mana?”tanya Billy.

“Hadiah give away”

“Kalau gitu kenapa nggak beli satu aja?”ucap Billy.

“Mana gue tahu kalau bakal menang tiket give away, lagian juga udah terlanjur, iya kan Kak Neva?”ucap Arsy melirik Neva. Neva tak tahu harus merespon apa. Ia hanya menyimak perdebatan kedua kakak beradik itu.

“Udah, kamu pergi aja sama Bos Billy, aku disini aja jaga kantor”ucap Nevada.

“Kita pergi bertiga, mubadzir kalau tiket satunya nggak dipakai”ucap Billy berlalu meninggalkan Arsy dan Nevada.

Mereka bertiga pergi ke konser NCT DREAM dengan mobil Billy.

“Mobil itu masih ngikutin kita, setibanya di lokasi konser nanti bersikaplah tenang dan santai agar penguntit itu tidak curiga”ucap Billy sembari fokus menyetir.

“Ok”

Sebuah mobil alphard hitam berhenti di area parkir sekitar ICE BSD Tangerang. Billy, Arsy dan Neva keluar dari mobil dengan penampilan yang berbeda dari sebelumnya, kini mereka terlihat lebih santai dan keren dengan kacamata dan masker yang mereka pakai.

“Udah siap kan semuanya, lightstik, Yo Dream..!.”ucap Arsy.

“Jjedaoreo juja, hwaiting!”ucap Neva dan Billy penuh semangat.

Mereka mengucapkan yel-yel yang diucapkan NCT DREAM sebelum manggung. Konser telah dimulai. Ketujuh member sudah memasuki panggung, mereka menyapa NCTZEN terlebih dahulu sebelum mulai bernyanyi.

40 menit berlalu, 10 lagu telah dinyanyikan kini tiba saat NCT DREAM menyanyikan lagu Broken Melodies, tepat saat di partnya Jaemin, Arsy dan Neva berteriak histeris.

“Jaemin oppa...! saranghae...!”

Billy yang melihat tingkah mereka hanya terdiam malas. Sejak keluar dari mobil, membawa lightstik dan meneriakkan yel-yel Nct Dream, kehebohan dan semangat Billy sebagai fanboy hanya sandiwara pengecoh semata. Berbeda dengan Arsy dan Neva yang tampak bersemangat ikut bernyanyi melambaikan lightstik ke kanan dan ke kiri menikmati keseruan menonton idol mereka.

Di luar gedung tampak mobil yang mengikuti mereka tadi masih menunggu.

“Halo Bos, mereka pergi menonton konser Nct Dream, sepertinya mereka bukan lawan sulit bagi kita”ucap seorang pemuda dalam mobil itu.

“Mau sampai kapan kita nunggu mereka tuan muda?”tanya sopir mobil itu.

Di dalam mobil itu terdapat tiga laki-laki paruhbaya dan seorang pemuda yang wajahnya familiar mahasiswa di kampus Nevada.

“Udah Pak, kita balik aja, nggak guna nunggu mereka, Cuma buang waktu”ucap pemuda itu.

“Siap tuan muda”ucap si sopir.

Konser telah usai, para penonton pergi meninggalkan arena konser satu persatu, termasuk Billy, Neva dan Arsy.

“Halo guys, ketemu lagi sama Arsy, tadi Arsy habis nonton konsernya Nct Dream terus dinotice sama akang Jaemin gara-gara Kak Neva bawa poster Na nyang i (kucingnya Jaemin), Kak Neva, gimana perasaannya tadi dinotice sama kang Jaemin?”ucap Arsy mengarahkan kamera HP nya ke wajah Neva hingga membuatnya terkejut.

“Oh, happy banget, seru deh pokoknya”ucap Nevada.

“Seru banget ya tadi di konser, cuma serunya jadi hilang gara-gara kak Billy”ucap Arsy melirik Billy.

“Lah, kok gue sih?”ucap Billy.

“Iyalah, dari awal mulai sampai konsr selesai, komuk kak Billy itu nyebelin banget nggak enak banget dilihatnya”ucap Arsy.

“Bisa aja lo nuduh gue, sini!”ucap Billy merebut HP Arsy.

“Kok dimatiin sih?”ucap Arsy kesal.

“Udah cukup livenya, keasikan nge-live mulu entar nggak pulang-pulang”ucap Billy berlalu meninggalkan Arsy dan Neva. Neva hanya geleng-geleng melihat kelakuan kakak beradik itu. Dia sedikit mengamati sikap Billy yang berbeda saat di dunia kerja dengan di luar jam kerja.

15 menit berlalu, Arsy, Billy dan Neva masih dalam perjalanan pulang. Namun siapa sangka mobil yang mereka tumpangi justru berhenti di depan sebuah hotel.

“Mau ngapain Kak kesini?”tanya Arsy.

“Ada urusan bentar, kalian tunggu disini aja, 10 menit”ucap Billy.

 

  

Komentar