2 RASA 1 CINTA: TERIMA KASIH


TERIMA KASIH

Acara penampilan pentas seni berjalan penuh kemeriahan. Banyak penampilan menarik dan menghibur yang ditampilkan para mahasiswa baru secara bergantian. Kini tiba giliran Nevada untuk tampil di panggung pementasan. Nevada berdiri di atas panggung sembari memegang mic di tangan kanan dan HP di tangan kiri.

Klop! Lampu padam seketika, semua gelap tanpa cahaya. Senter HP Nevada menyala diiringi alunan nada lagu semata karenamu ciptaan Mario G. Klau. Nevada mulai bernyanyi perlahan mengikuti irama lagu sembari menggoyangkan HP nya ke kanan dan ke kiri.

Apalah arti cinta yang indah

Apalah arti cinta dan sayang

Slalu terhalang masalah lama

Tentang rasa percaya

Hati yang kujaga slalu

Untuk dirimu yang mengeluh

Tentang pribadi yang slalu salah

Di pandanganmu sayang

Tapi ku tetap trus melangkah

Karna ku tak mau berpisah

Hilangkan semua

Curiga yang membuat kita trus berjarak

Percayalah pada diriku

Ku kan slalu menjagamu

Hingga akhir hidupku

"Ayo semuanya ..."ajak Nevada pada penonton. Sontak semua yang menyaksikan ikut menyalakan senter HP, mengangkatnya ke atas dan menggoyangkan ke kanan dan ke kiri mengikuti alunan nyanyian Nevada.

Malam bantu aku tuk luluhkan dia

Bintang bantu aku tuk tenangkan dia

Dari rasa cemburu dari rasa curiga

Karna hati ini kusimpan hanya untukmu

Tenangkan dirimu kau terlalu jauh

Sebenarnya aku tak seburuk itu

Semua perjuanganku di belakang dirimu

Semata karna ku tak mampu hidup tanpamu.

Semua hanyut dalam nyanyian Nevada, seolah masuk dalam cerita di balik liriknya.

1 jam kemudian...

Rembulan tampak sempurna dengan purnamanya menghiasi tengah malam yang mulai sunyi. Acara pentas seni telah usai setengah jam yang lalu, semua orang bersiap untuk istirahat. Nevada melangkah melewati koridor. Langkahnya tiba-tiba terhenti, pandangannya tertuju pada seorang pemuda yang sedang memarkir sepeda di area parkir kampus.

"Kak Roy!"teriak Nevada agak keras.

Pemuda yang memarkir sepeda itu sontak menoleh ke arah suara dan melambaikan tangan. Nevada pun bergegas menuruni tangga dan menghampiri pemuda itu.

"Hai Neva, kamu belum tidur?"tanya Roy tersenyum ramah.

"Belum... tadi habis dari toilet terus lihat Kak Roy lagi markir sepeda, emang habis dari mana Kak?"ucap Nevada mencoba bersikap ramah.

"Kamu nanya?"ucap Roy bergurau.

"Ya, ditanya kok malah balik tanya?"ucap Nevada.

Mereka tersenyum satu sama lain.

"Jadi, aku habis nganterin pulang pak Edi"ucap Roy menahan senyum.

"Pakai sepeda?"tanya Nevada.

Roy hanya mengangguk dengan senyum tertahan. Sementara Nevada masih tidak percaya dengan jawaban Roy.

"Ya kali ngantar pulang pakai sepeda? tadi panitia lupa ngasih konsumsi ke Pak Edi, jadi dari kita inisiatif keluar sebentar beli nasi bungkus untuk pak Edi"ucap Roy.

"O, begitu"ucap Nevada.

"Hm, Btw, tadi bagus juga penampilan kamu di panggung, nyanyian kamu buat semua orang hanyut dalam lagu"ucap Roy.

"Biasa aja sih Kak, cuma lagunya yang bagus, makanya pada ikut nyanyi"ucap Nevada.

"Lagunya memang bagus, tapi makin bagus pas kamu nyanyikan"ucap Roy memainkan pedal sepeda.

"Bisa aja Kak Roy, Btw, makasih ya Kak, kemarin udah dikasih tumpangan di hari pertama masuk kuliah, maaf... ucapan terima kasihnya telat"ucap Nevada.

"Sama-sama, cuma makasih doang? Nggak ada traktir apa gitu?"ucap Roy.

"Eh?"ucap Nevada reflek karena terkejut.

Melihat itu Roy tertawa lebar membuat giginya yang rapi terlihat.

"Bercanda, santai aja"ucap Roy.

"Emang mau minta traktir apa?"tanya Nevada membalas keramahan Roy.

"Nggak perlu, cukup dengan bertukar kontak dan jadi teman, kalau kamu mau"ucap Roy mengeluarkan ponsel dari sakunya.

"Oke"ucap Nevada setuju.

Merekapun bertukar kontak dan mencoba berkirim pesan satu sama lain.

KAK ROY:

Hai Neva

NEVADA:

Halo Kak

KAK ROY:

Kembalilah bergabung dengan teman-temanmu di ruang istirahat

NEVADA

Baik Kak

KAK ROY:

Tidurlah, sudah larut

NEVADA

Oke Kak

Keduanya mengalihkan pandangan dari ponsel dan saling tatap.

"See you Neva, sweet dreams" ucap Roy tersenyum pada Neva.

"You to Kak Roy"ucap Neva balas tersenyum dan berbalik meninggalkan Roy.

Malam ini terasa berbeda bagi Nevada. Entah mengapa ia merasa senang sekali bisa berinteraksi dengan Roy dan mendapat kontak Whatsappnya. Rasanya matanya sulit terpejam, walau ia terus mencoba memejamkannya.

Pagi telah datang, beruntung hari ini adalah hari libur, jadi setelah bermalam di kampus untuk mengikuti malam puncak kegiatan PBAK, para mahasiswa bisa pulang ke rumah masing-masing. Tapi tidak untuk Nevada. Setelah meninggalkan kampus, ia langsung mendatangi kantor Maju Jaya Media untuk bekerja.

Maju Jaya Media (MJM) merupakan sebuah media penyiar berita yang dibentuk oleh Soecipto Adiguno (ayah Billy) dengan Billy sebagai penanggungjawabnya. Nevada adalah Reporter di media itu.

"Selamat pagi Cik Cacha"ucap Nevada menyapa seorang wanita berambut pirang sebahu dengan mata sipit seperti blasteran Cina-Indo.

"Selamat pagi Neva, sudah selesai PBAKnya?"tanya wanita itu sembari mengotak-atik komputer.

"Sudah, kok sendiri cik, koh Andi mana?"ucap Nevada.

"Tadi dipanggil sama Bos Muda (sebutan untuk Billy)"ucap Cacha.

"Oo..."ucap Nevada mengangguk-angguk.

"Selamat bergabung kembali Nevada, setelah cuti sebentar sepertinya kamu akan mendapat banyak tugas"ucap cik Cacha.

"Tugas?"tanya Nevada.

"Iya, hhh... (menghela napas), akhir-akhir ini banyak tindakan kriminal yang terjadi, dari sekian berita yang beredar masih banyak kesamaran dari pelaku kejahatan"ucap cik Cacha.

"Maksudnya, pelaku sesungguhnya belum ditemukan?"tanya Nevada.

"Beberapa media beranggapan, bahwa tersangka yang saat ini dicurigai sebagai pelaku adalah korban kambing hitam dari pelaku sesungguhnya".ucap cik Cacha.

"Kasus apa ini cik?"tanya Nevada.

"Pembunuhan pemilik toko dan pembunuhan anak SMA"ucap cik Cacha.

Nevada terdiam sejenak di tempat duduknya memandangi komputernya yang belum dinyalakan.

"Itu ada surat tugas untuk kamu"ucap cik Cacha menunjuk sebuah amplop surat di meja Nevada.

Cik Cacha adalah Redaktur Pelaksana sekaligus Editor di MJM, usianya sekitar 30 tahun dan Koh Andi (suami cik Cacha) adalah Pemimpin Redaksinya (Chief Editor). Surat yang diterima Nevada merupakan surat tugas menjadi reporter untuk mencari kebenaran atas isu pembunuhan tersebut. Nevada harus terjun ke TKP untuk mencari informasi dan mewawancarai orang yang berada di tempat kejadian.

"Dengan siapa saya akan pergi cik?"tanya Nevada.

"Seharusnya dengan Vey, tapi mendadak dia sakit dan harus opnam, jadi kamu pergi sendiri"ucap cik Cacha.

"Apa lokasinya jauh?"tanya Nevada.

"Lumayan, kalau kamu keberatan, kamu boleh mengundurkan diri, Bos tidak memaksamu untuk menerima tugas itu, tapi yang namanya reporter itu harus berani"ucap cik Cacha.

"Oke, Neva terima surat tugasnya"ucap Nevada dengan percaya diri.

Nevada bangkit dari tempat duduk.

"Udah masuk waktu break, Neva izin keluar bentar cik"ucap Nevada melangkah meninggalkan cik Cacha.

"Baru aja duduk, udah pergi lagi"ucap cik Cacha tanpa di dengar Nevada.

Seorang laki-laki paruhbaya dengan usia sekitar 50 tahun, berjalan perlahan keluar dari jeruji besi diikuti seorang polisi yang mengawal di belakang. Laki-laki itu menghampiri seorang gadis yang menunggu di ruang jenguk tahanan.

"Nevada..."ucap laki-laki itu lirih.

 

TERIMA KASIH

Acara penampilan pentas seni berjalan penuh kemeriahan. Banyak penampilan menarik dan menghibur yang ditampilkan para mahasiswa baru secara bergantian. Kini tiba giliran Nevada untuk tampil di panggung pementasan. Nevada berdiri di atas panggung sembari memegang mic di tangan kanan dan HP di tangan kiri.

Klop! Lampu padam seketika, semua gelap tanpa cahaya. Senter HP Nevada menyala diiringi alunan nada lagu semata karenamu ciptaan Mario G. Klau. Nevada mulai bernyanyi perlahan mengikuti irama lagu sembari menggoyangkan HP nya ke kanan dan ke kiri.

Apalah arti cinta yang indah

Apalah arti cinta dan sayang

Slalu terhalang masalah lama

Tentang rasa percaya

Hati yang kujaga slalu

Untuk dirimu yang mengeluh

Tentang pribadi yang slalu salah

Di pandanganmu sayang

Tapi ku tetap trus melangkah

Karna ku tak mau berpisah

Hilangkan semua

Curiga yang membuat kita trus berjarak

Percayalah pada diriku

Ku kan slalu menjagamu

Hingga akhir hidupku

"Ayo semuanya ..."ajak Nevada pada penonton. Sontak semua yang menyaksikan ikut menyalakan senter HP, mengangkatnya ke atas dan menggoyangkan ke kanan dan ke kiri mengikuti alunan nyanyian Nevada.

Malam bantu aku tuk luluhkan dia

Bintang bantu aku tuk tenangkan dia

Dari rasa cemburu dari rasa curiga

Karna hati ini kusimpan hanya untukmu

Tenangkan dirimu kau terlalu jauh

Sebenarnya aku tak seburuk itu

Semua perjuanganku di belakang dirimu

Semata karna ku tak mampu hidup tanpamu.

Semua hanyut dalam nyanyian Nevada, seolah masuk dalam cerita di balik liriknya.

1 jam kemudian...

Rembulan tampak sempurna dengan purnamanya menghiasi tengah malam yang mulai sunyi. Acara pentas seni telah usai setengah jam yang lalu, semua orang bersiap untuk istirahat. Nevada melangkah melewati koridor. Langkahnya tiba-tiba terhenti, pandangannya tertuju pada seorang pemuda yang sedang memarkir sepeda di area parkir kampus.

"Kak Roy!"teriak Nevada agak keras.

Pemuda yang memarkir sepeda itu sontak menoleh ke arah suara dan melambaikan tangan. Nevada pun bergegas menuruni tangga dan menghampiri pemuda itu.

"Hai Neva, kamu belum tidur?"tanya Roy tersenyum ramah.

"Belum... tadi habis dari toilet terus lihat Kak Roy lagi markir sepeda, emang habis dari mana Kak?"ucap Nevada mencoba bersikap ramah.

"Kamu nanya?"ucap Roy bergurau.

"Ya, ditanya kok malah balik tanya?"ucap Nevada.

Mereka tersenyum satu sama lain.

"Jadi, aku habis nganterin pulang pak Edi"ucap Roy menahan senyum.

"Pakai sepeda?"tanya Nevada.

Roy hanya mengangguk dengan senyum tertahan. Sementara Nevada masih tidak percaya dengan jawaban Roy.

"Ya kali ngantar pulang pakai sepeda? tadi panitia lupa ngasih konsumsi ke Pak Edi, jadi dari kita inisiatif keluar sebentar beli nasi bungkus untuk pak Edi"ucap Roy.

"O, begitu"ucap Nevada.

"Hm, Btw, tadi bagus juga penampilan kamu di panggung, nyanyian kamu buat semua orang hanyut dalam lagu"ucap Roy.

"Biasa aja sih Kak, cuma lagunya yang bagus, makanya pada ikut nyanyi"ucap Nevada.

"Lagunya memang bagus, tapi makin bagus pas kamu nyanyikan"ucap Roy memainkan pedal sepeda.

"Bisa aja Kak Roy, Btw, makasih ya Kak, kemarin udah dikasih tumpangan di hari pertama masuk kuliah, maaf... ucapan terima kasihnya telat"ucap Nevada.

"Sama-sama, cuma makasih doang? Nggak ada traktir apa gitu?"ucap Roy.

"Eh?"ucap Nevada reflek karena terkejut.

Melihat itu Roy tertawa lebar membuat giginya yang rapi terlihat.

"Bercanda, santai aja"ucap Roy.

"Emang mau minta traktir apa?"tanya Nevada membalas keramahan Roy.

"Nggak perlu, cukup dengan bertukar kontak dan jadi teman, kalau kamu mau"ucap Roy mengeluarkan ponsel dari sakunya.

"Oke"ucap Nevada setuju.

Merekapun bertukar kontak dan mencoba berkirim pesan satu sama lain.

KAK ROY:

Hai Neva

NEVADA:

Halo Kak

KAK ROY:

Kembalilah bergabung dengan teman-temanmu di ruang istirahat

NEVADA

Baik Kak

KAK ROY:

Tidurlah, sudah larut

NEVADA

Oke Kak

Keduanya mengalihkan pandangan dari ponsel dan saling tatap.

"See you Neva, sweet dreams" ucap Roy tersenyum pada Neva.

"You to Kak Roy"ucap Neva balas tersenyum dan berbalik meninggalkan Roy.

Malam ini terasa berbeda bagi Nevada. Entah mengapa ia merasa senang sekali bisa berinteraksi dengan Roy dan mendapat kontak Whatsappnya. Rasanya matanya sulit terpejam, walau ia terus mencoba memejamkannya.

Pagi telah datang, beruntung hari ini adalah hari libur, jadi setelah bermalam di kampus untuk mengikuti malam puncak kegiatan PBAK, para mahasiswa bisa pulang ke rumah masing-masing. Tapi tidak untuk Nevada. Setelah meninggalkan kampus, ia langsung mendatangi kantor Maju Jaya Media untuk bekerja.

Maju Jaya Media (MJM) merupakan sebuah media penyiar berita yang dibentuk oleh Soecipto Adiguno (ayah Billy) dengan Billy sebagai penanggungjawabnya. Nevada adalah Reporter di media itu.

"Selamat pagi Cik Cacha"ucap Nevada menyapa seorang wanita berambut pirang sebahu dengan mata sipit seperti blasteran Cina-Indo.

"Selamat pagi Neva, sudah selesai PBAKnya?"tanya wanita itu sembari mengotak-atik komputer.

"Sudah, kok sendiri cik, koh Andi mana?"ucap Nevada.

"Tadi dipanggil sama Bos Muda (sebutan untuk Billy)"ucap Cacha.

"Oo..."ucap Nevada mengangguk-angguk.

"Selamat bergabung kembali Nevada, setelah cuti sebentar sepertinya kamu akan mendapat banyak tugas"ucap cik Cacha.

"Tugas?"tanya Nevada.

"Iya, hhh... (menghela napas), akhir-akhir ini banyak tindakan kriminal yang terjadi, dari sekian berita yang beredar masih banyak kesamaran dari pelaku kejahatan"ucap cik Cacha.

"Maksudnya, pelaku sesungguhnya belum ditemukan?"tanya Nevada.

"Beberapa media beranggapan, bahwa tersangka yang saat ini dicurigai sebagai pelaku adalah korban kambing hitam dari pelaku sesungguhnya".ucap cik Cacha.

"Kasus apa ini cik?"tanya Nevada.

"Pembunuhan pemilik toko dan pembunuhan anak SMA"ucap cik Cacha.

Nevada terdiam sejenak di tempat duduknya memandangi komputernya yang belum dinyalakan.

"Itu ada surat tugas untuk kamu"ucap cik Cacha menunjuk sebuah amplop surat di meja Nevada.

Cik Cacha adalah Redaktur Pelaksana sekaligus Editor di MJM, usianya sekitar 30 tahun dan Koh Andi (suami cik Cacha) adalah Pemimpin Redaksinya (Chief Editor). Surat yang diterima Nevada merupakan surat tugas menjadi reporter untuk mencari kebenaran atas isu pembunuhan tersebut. Nevada harus terjun ke TKP untuk mencari informasi dan mewawancarai orang yang berada di tempat kejadian.

"Dengan siapa saya akan pergi cik?"tanya Nevada.

"Seharusnya dengan Vey, tapi mendadak dia sakit dan harus opnam, jadi kamu pergi sendiri"ucap cik Cacha.

"Apa lokasinya jauh?"tanya Nevada.

"Lumayan, kalau kamu keberatan, kamu boleh mengundurkan diri, Bos tidak memaksamu untuk menerima tugas itu, tapi yang namanya reporter itu harus berani"ucap cik Cacha.

"Oke, Neva terima surat tugasnya"ucap Nevada dengan percaya diri.

Nevada bangkit dari tempat duduk.

"Udah masuk waktu break, Neva izin keluar bentar cik"ucap Nevada melangkah meninggalkan cik Cacha.

"Baru aja duduk, udah pergi lagi"ucap cik Cacha tanpa di dengar Nevada.

Seorang laki-laki paruhbaya dengan usia sekitar 50 tahun, berjalan perlahan keluar dari jeruji besi diikuti seorang polisi yang mengawal di belakang. Laki-laki itu menghampiri seorang gadis yang menunggu di ruang jenguk tahanan.

"Nevada..."ucap laki-laki itu lirih.

 

Komentar