2RASA 1CINTA: INI BENERAN MARKLEE?
INI BENERAN MARKLEE?
Billy telah pergi selama 5 menit. Arsy tampak
jenuh menunggu di dalam mobil ia memutar-mutar gelang kayunya yang indah.
Sedangkan Neva sibuk dengan HPnya.
“Idih, senyum-senyum sendiri, chat dari siapa sih?”tanya
Arsy.
“Temen”ucap Neva terus menatap layar HPnya.
“Bohong..., lihat dong”ucap Arsy mengintip layar HP Neva.
“Eits..., privasi bos”ucap Neva menutupi layar Hpnya.
Rasa
gemas membuat Arsy mencoba merebut HP Neva, namun Neva tak tinggal diam melihat
aksi Arsy, ia berusaha keras menghalangi niat Arsy walau pada akhirnya Arsy
berhasil merebut Hpnya.
“Arsy, balikin Hpnya”.teriak Nevada.
“Sini Kakak, ambil kalau bisa”.ucap Arsy berlari memasuki
hotel.
Neva
tidak punya pilihan lain selain mengejar Arsy masuk ke hotel. Sampai di dalam,
Neva kehilangan jejak Arsy.
“Permisi Mbak, mau tanya, barusan ada cewek kesini yang
mengaku sebagai adiknya pak Billy nggak?”tanya Neva pada resepsionis hotel.
“Iya, dia pergi menyusul pak Billy ke lantai 3 kamar
nomor 17”ucap reesepsionis hotel.
“Terima kasih mbak”
“Sama-sama”
Neva
bergegas menaiki lift, ia tahu kalau Arsy tidak akan naik lift karena trauma.
Mungkin Arsy masih beerlari menaiki tangga darurat. Hanya dalam 5 detik Neva
sudah sampai di lantai 3. Ia menunggu kedatangan Arsy. 2 menit berlalu Arsy
muncul dengan nafas tak beraturan, walau begitu ia masih sibuk meembalas pesan
Roy di ponsel Neva.
“Arsy! Jangan aneh-aneh, bailikin Hpku”teeriak Neva.
“Cepet banget udah disini”ucap Arsy kaget.
“Udah deh, stop bercandanya Arsy, nanti Kak Roy salah
paham”ucap Neva.
“Nggak bakalan kok, santai aja, telfon ah”ucap Arsy
menggoda Neva.
“Arsy!jangan!”ucap Neva mulai geregetan.
Namun
Arsy tak menggubris Neva, ia justru melakukan video call pada Roy.
“Ups, diangkat”ucap Arsy tersenyum puas pada Neva.
Neva pusing menanggapi kelakuan usil Arsy.
“Halo Neva”ucap Royhan.
“Halo Kak Roy, tapi ini bukan Neva, ini Arsy teman
Neva”ucap Arsy.
“Eh?”ucap Roy terkejut dan bingung.
“Arsy, balikin Hpnya”ucap Neva berusaha merebut Hpnya
yang dipegang Arsy, namun Arsy berhasil menghindarinya dan berlari.
Arsy
berlari sambil terus berbicara sepatah dua patah kata pada Roy. Neva berusaha
keras mengejarnya. Tiba-tiba di tengah fokusnya mengejar Arsy, Neva menabrak
seseorang yang baru saja keluar dari pintu kamar nomor 14. Bruk...!
“Aw...”secara bersamaan Neva dan orang itu mengaduh.
Pria
ber-hodie itu memegangi keningnya yang sepat terbentur tembok. Neva bergegas
berdiri menghampiri orang itu.
“Aduh, maaf mas, saya nggak sengaja, pasti sakit ya
kebentur tembok”ucap Neva merasa bersalah ia menunduk di depan pria itu.
“Gwaenchana (nggak papa), lain kali hati-hati”ucap
pria itu dalam bahasa asing.
Neva
terkejut mendengar suara pria itu, sementara Arsy sudah terbengong dari tadi,
ia menatap pria itu dengan seksama.
“Itu beneran Marklee?”tanya Arsy pada dirinya sendiri.
Ucapan
Arsy membuat Neva menegakkan pandangan, ia menatap pria di depannya itu dengan
seksama. Bukannya marah, pria itu justru tersenyum kepada Neva.
“Mar-ke op-pa”ucap Neva agak gugup. Ia tak percaya dengan
apa yang ia lihat.
“Hai”ucap Mark menyapa Neva.
“Ini beneran Marklee Nct?”tanya Neva dalam bahasa
Inggris.
“Yes”ucap pria berhodie itu.
“Annyong haseyo We are Nct Dream”ucap Jaemin yang
tiba-tiba muncul dari belakang Mark.
“Jaemin oppa!” Teriak Neva reflek “Annyeong haseyo”ucap
Neva membalas sapaan Jaemin.
“I still remember you girl, kamu gadis yang membawa baner
foto Na Nyang I kan (kucing Jaemin)”ucap Jaemin dengan ramah.
“Yes, itu aku, ini aku masih bawa banernya”ucap Neva
membalas keramahan Jaemin.
Mereka
mengobrol dengan santai dan gembira. Arsy pun ikut bergabung. Neva
memperlihatkan banernya ke Jaemin dan Mark.
“Kiyowo (imut), boleh aku membeli baner ini?”tanya
Jaemin.
“Ambil saja sebagai kenang-kenangan, tidak perlu
beli”ucap Neva.
“Jinja (benarkah)?”ucap Jaemin.
“Ne (Ya)”ucap Neva.
“Nama Kamu siapa?”tanya Jaemin.
“Neva dan ini temanku Arsy”ucap Neva turut memperkenalkan
Arsy pada Jaemin dan Mark.
“Hai Jaemin oppa, Marke oppa”ucap Arsy tersnyum pada
Jaemin dan Mark.
“Hai Arsy, nic to meet you”ucap Mark dan Jaemin
bersamaan.
Di
tengah perbincangan mereka, Billy datang menghampiri.
“Arsy, Neva, kalian ngapain di sini? Kan tadi gue suruh
lo berdua nunggu di mobil aja”ucap Billy memarahi Arsy dan Neva. Mark dan
Jaemin yang tak faham bahasa Indonesia hanya menatap bingung.
“Habisnya Kak Billy itu kelamaan, kita susulin deh,
tahu-tahu malah ketemu Nct Dream, ya Mark ya?”ucap Arsy tersenyum pada Mark.
Mark hanya tersenyum mngiyakan perkataan Arsy tanpa mengerti maksudnya.
“Mianhae (maaf), kalau mereka mengganggu
kalian”ucap Billy dalam bahasa asing.
“Gwaenchana (tidak apa-apa), mereka sama sekali
tidak mengganggu”ucap Jaemin.
“Kalau begitu kami...”
“Tunggu dulu Kak, kami mau foto barng dulu sama
mereka”ucap Arsy memotong perkataan Billy.
“Arsy, Jangan ngaco deh! Emang mereka mau foto sama
kalian berdua?”ucap Billy.
“Let’s go, kita foto bareng sebelum kalian pergi”ucap
Mark.
Billy terkejut melihat Mark dan Jaemin mau
diajak foto bareng sama Arsy dan Neva.
“Tuh kan mau, Kak Billy yang fotoin ya, pakai Hp gue
aja”ucap Arsy.
Billy memotret pose bersama mereka dengan
posisi Neva dan Arsy di tengah dan Jaemin dan Mark di pinggir. Lalu Arsy
memotret Billy bersama Jaemin dan Mark di samping kanan kirinya.
“Gumawo Jaemin, Marke oppa, udah mau diajak foto
bareng”ucap Neva dan Arsy.
“Sama-sama”ucap Jaemin dan Mark bersamaan.
“Ini ada kenang-kenangan kecil untuk Marke oppa”ucap Arsy
memberikan gelang kayunya pada Mark.
“Terima kasih Arsy, it’s so beautifull”ucap Mark
menerimanya.
“Kalau begiti kami pamit dulu Mark Jaemin”ucap Billy
“Ok, bye bye”ucap Mark dan Jaemin melambaikan tangan.
“Bye”ucap Arsy dan Neva melambaikan tangan.
Mereka
pun berpisah, berjalan pada jalur yang berlawanan. Arsy, Neva dan Billy kembali
melanjutkan perjalanan untuk pulang. Sepanjang perjalanan Arsy berbicara pada
Billy menceritakan bagaimana ia dan Neva bertemu Mark dan Jaemin. Ia sangat
bahagia dan girang. Billy sebagai pendengar merasa bosan, baginya bertemu Mark
dan Jaemin adalah hal yang wajar karena mereka juga manusia dan dunia ini
sebenarnya sempit. Jadi tidak mustahil kalau mereka bertemu dengan para idol
korea itu.
Lain
dengan Arsy yang banyak bercerita. Neva justru memilih untuk diam. Senyum manis
Jaemin padanya tadi terus terbayang di pikirannya. Sesekali ia menatap fotonya
bersama Jaemin di Hp. Ada DM masuk. Itu adalah balasan dari Jaemin atas pesan
yang ia kirin 2 menit yang lalu.
NEVA:
Terima untuk fotonya
JAEMIN:
Sama-sama, simpan buat diri sendiri ya, jangan
dipublish
NEVA:
Oke.
Neva
tersenyum sendiri tanpa menyadari bahwa sejak tadi Billy memperhatikannya dari
kaca mobil. Arsy yang tadi asik bercerita mulai berhenti, perhatiannya
teralihkan oleh Neva. Arsy menatap selidik pada Hp Neva dan mulai mengintip.
“Oh my God! Kok bisa DM kak Neva
dibalas sama Jaemin?”ucap Arsy reflek.

Komentar
Posting Komentar